
Berita Seputar Indonesia – Review Film Pabrik Gula – Horor, Komedi, Terbaru!
Pabrik Gula sukses mencuri perhatian penonton di Lebaran 2025, bahkan menjadi pemimpin penayangan bioskop dengan meraih 203 ribu penonton. Pada hari pertama dan tembus sejuta penonton dalam waktu 3,5 hari. Dengan dua versi tayang — jam kuning (17 tahun ke atas) dan jam merah (21 tahun ke atas). Penayangan dalam format 4DX dan IMAX, film ini berhasil menjangkau audiens yang lebih luas. Apakah film ini lebih menarik dari KKN di Desa Penari yang legendaris? Simak ulasannya!
Plot yang Memikat dan Penuh Misteri
Berlatar pada era sebelum media sosial, Pabrik Gula mengisahkan sekumpulan buruh musiman yang bekerja di pabrik gula dengan aturan ketat. Mereka harus kembali ke mes sebelum jam kuning dan tidak boleh keluar mes setelah jam merah. Namun, aturan ini di langgar oleh Endah (Ersya Aurelia), yang tanpa sengaja menemukan kejadian mengerikan di dalam pabrik. Film ini membawa nuansa misteri dengan unsur gaib yang terasa sangat kental. Mengingatkan kita pada KKN di Desa Penari namun dengan pendekatan yang lebih segar dan berbeda.
Sinematografi yang Memukau
Salah satu daya tarik utama dari Pabrik Gula adalah sinematografinya yang luar biasa. Setiap adegan di garap dengan detail yang luar biasa, dari kehidupan buruh yang bekerja di ladang tebu hingga proses pembuatan gula. Penonton seolah di ajak untuk merasakan sendiri kerasnya kehidupan para buruh. Kamera bergerak dengan elegan, mengikuti setiap langkah tokoh utama. Menciptakan ketegangan yang semakin memuncak seiring terungkapnya misteri di pabrik gula.
Baca Juga : Ariel Tatum Jadi Pelakor dalam Film La Tahzan
Review Film Pabrik Gula – Horor, Komedi, Terbaru!
Paduan Horor, Komedi, dan Drama yang Menarik
Pabrik Gula berhasil memadukan tiga elemen penting: horor, komedi, dan drama. Ketegangan horor hadir lewat sosok-sosok gaib dan ritual mistis yang mengerikan. Sementara komedi hadir melalui kelucuan para pemeran pendukung seperti Yono Bakrie dan Sadana Agung yang sukses mencairkan suasana. Di tambah dengan drama emosional yang kuat, film ini terasa lengkap dan mampu menyentuh berbagai emosi penonton.
Erika Carlina: Pencuri Panggung yang Tak Terduga
Pemeran utama seperti Arbani Yasiz dan Ersya Aurelia tampil solid, tetapi Erika Carlina sebagai Naning benar-benar mencuri perhatian. Karakternya yang seksi dan penuh misteri membawa nuansa sensual yang membalut ketegangan horor dengan sempurna. Satu menit di layar bersamanya sudah cukup membuat penonton terhanyut.
Kesimpulan: Film Penuh Sensasi yang Tak Boleh Di lewatkan
Dengan sinematografi yang indah, akting gemilang, dan perpaduan genre yang memikat, Pabrik Gula adalah film yang wajib di tonton. Tidak hanya menawarkan ketegangan dan tawa, tapi juga menghadirkan sebuah cerita misteri yang menggugah. Film ini mengajak penonton untuk merasakan setiap detik ketegangan dan keajaiban yang terjadi di dalamnya. Jangan lewatkan!
Sumber : Liputan 6