Tidak Terima Putusan MA, Kemenhub Tantang Lagi di Pengadilan

Tidak Terima Putusan MA, Kemenhub Tantang Lagi di Pengadilan – Kementerian Perhubungan langsung bertindak menanggapi putusan Mahkamah Agung yang mencabut beberapa pasal dari Peraturan Menteri Perhubungan Permenhub Nomor 26 Tahun 2017 yang mengatur keberadaan taksi online.

Direktur Angkutan dan Multimoda Perhubungan Darat, Cucu Mulyana mengatakan akan mengumpulkan para ahli hukum untuk meminta tanggapan terkait proses kajian yang tengah dilakukan usai pencabutan beberapa pasal dari Peraturan Menteri Perhubungan Permenhub Nomor 26 Tahun 2017.

“Kita akan adakan pertemuan kedua dengan ahli hukum. Harapannya akan mendapat informasi dan akan memperkaya kajian Kemenhub untuk bisa lebih komprehensif,” kata Cucu di Gedung Kementerian Perhubungan.

Kajian yang dilakukan ini diharapkan bisa selesai sebelum 1 November 2017. Dengan begitu, Kemenhub tetap bisa memberikan produk hukum dalam menaungi taksi online.

“Kita juga belum tahu, apakah nanti akan ada peraturan baru yang menaungi taksi online ini. Karena berdasarkan peraturannya, kita punya waktu 90 hari untuk melakukan action,” tegasnya.

Perlu diketahui, Rapat Permusyawaratan MA pada 20 Juni 2017 membatalkan 14 pasal yang mengatur angkutan berbasis aplikasi online di dalam Permenhub 26/2016. Dalam putusan Nomor 37P/HUM/2017, MA mengabulkan permohonan hak uji materiil dari Sutarno.

Ketua Organisasi Angkutan Darat Organda DKI Jakarta Shafruhan Sinungan mengatakan, putusan MA yang mengabulkan permohonan hak uji materiil para pemohon mengenai angkutan berbasis aplikasi online menimbulkan tanda tanya besar. Putusan MA tersebut juga disebutnya secara langsung telah melecehkan peran pemerintah dalam mengatur tata kelola angkutan umum.

Kemudian pertentangan Permenhub 26 dengan UU 20/2008 tentang UMKM. Dia menyatakan, setiap usaha itu ada aturannya. Sementara model transportasi online atau transportasi berbasis aplikasi belum ada aturannya. Mereka tiba-tiba muncul dan menentukan tarif dan kuota sendiri tanpa melibatkan pemerintah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *